pemprov sumsel mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa 1439H
pemprov sumsel mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa 1439H
Digital Ekonomi

Go-jek : Go Food Bisa Jadi Agregator Kuliner Terbesar di Indonesia

foto : ilustrasi

SUMSELTERKINI.ID, Jakarta  – CEO dan Founder Go-Jek Nadiem Makarim, mengatakan, Go-Food bisa menjadi agregator kuliner terbesar di Indonesia berkat pengusaha UMKM kuliner yang bermitra dengan Go-Jek.

Menurutnya dengan Go Food dapat membantu UMKM untuk lebih berkembang, Go-Jek bisa semakin memberikan dampak positif kepada ekonomi Indonesia. Karena UMKM sendiri tulang punggung perekonomian Indonesia dan terbukti tahan krisis.

“Ini saatnya kami membantu mereka supaya bisa berkembang lebih besar lagi. Karena itu, kami menggelar Hari Kuliner Nasional Go-Food dan juga menghadirkan Go-Food Festival,” kata Nadiem di Jakarta, akhir pekan lalu melansir Warta Ekonomi.co.id.

Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan, 98% perusahaan yang ada di Indonesia masuk kategori UMKM. Usaha kuliner termasuk salah satu sektor UMKM yang paling berkembang. Hasil survei Badan Ekonomi Kreatif (2018) mengungkapkan usaha kuliner termasuk penyumbang utama PDB dari sektor ekonomi kreatif.

Nadiem menambahkan, alasan dipilihnya Jakarta untuk lokasi Go-Food Festival terbesar karena DKI Jakarta merupakan hub di mana beragam tradisi dan kebudayaan dari seluruh Indonesia berkumpul, termasuk kuliner.

Chief Commercial Expansion Go-Jek Catherine Hindra S. menambahkan, mengadopsi kesuksesan Go-Food Festival yang telah digelar di sembilan lokasi lain, Go-Food ingin merangkul lebih banyak lagi pelaku UMKM kuliner terutama dari daerah untuk bisa membuka cabang dan meningkatkan skala bisnisnya.

“Pada tahap awal, sudah ada UMKM dari 14 kota di Indonesia yang bergabung di GBK Go-FOood Festival, dari Indonesia barat sampai ke timur,” ujarnya.

GBK Go-Food Festival menggunakan konsep food court atau pujasera (pusat jajanan serba ada) di mana para pengusaha UMKM dapat menawarkan produk kulinernya.

“Yang berbeda dengan konsep food court pada umumnya, para pengusaha tidak perlu menyiapkan dana besar di muka untuk biaya sewa booth dan jasa pelayan. Kami juga akan menyiapkan seluruh kebutuhan peralatan masak yang biasanya juga cukup mahal bagi para pebisnis mikro,” ujar Catherine.[WE]

Comments

Terpopuler

To Top