Digital Ekonomi

Go – Jek Siap Publikasi Data Secara Berkala

foto : istimewa

SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Go-Jek siap publikasi data secara berkala dan siap menyusul pemerintah tengah menuju pengambilan kebijakan berbasis data.

Selain itu Go-jek juga mendukung dan siap berkolaborasi dalam riset data, guna mendukung program pemerintah tersebut.

Head of Research Go-Jek Ramda Yanurzha mengatakan Go-Jek pernah bekerja sama dengan dua lembaga riset seperti Puskakom UI dan Lembaga Demografi FEB UI.

“Dari dua kerja sama tersebut, Go-Jek banyak mendapatkan pembelajaran seperti bagaimana menghitung impact Go-Jek pada masyarakat,” terang Ramda dalam “Diskusi Interaktif dan Workshop Third Party Tools” Katadata di JSC Hive, Kuningan, Jakarta Selatan, melansir Warta Ekonomi, Jumat (13/4/2018).

Ramda menambahkan, setiap transaksi Go-Jek merupakan cerita bagaimana mengubah ribuan gigabytedata per hari menjadi sebuah cerita.

“Menganalisis data secara cepat dan murah melalui teknologi menjadi salah satu strategi kami. Salah satu contohnya, ketika kita ingin mencari tahu berapa menu nasi yang dipesan dalam beberapa bulan terakhir, Go-Jek dapat mengolah bergiga-giga data dalam hitungan detik,” lanjutnya.

Menurut Ramda, data yang dimiliki tidak serta-merta langsung dapat digunakan. Karena dari Go-Jek sendiri sudah memiliki berbagai macam pendukung guna menggali cerita yang ada, salah satunya dengan visualisasi data.

“Salah satu contoh cerita yang kami pernah angkat yaitu data transit time dari Kemanggisan ke WTC dengan gunakan Go-Ride hanya memerlukan 15 menit, yang kemudian kami jadikan infografis dengan bandingkan data tersebut dengan data waktu tempuh apabila kita menggunakan angkutan umum. Contoh lain yang dapat dijadikan insight yaitu cerita Go-Food kirim 3 juta martabak,” paparnya.

Ramda berujar, Go-Jek memandang potensi data startup dapat dilakukan untuk pengambilan kebijakan Pemerintah. Startup dinilainya dapat membuka pintu-pintu baru yang selama ini dibatasi oleh cara-cara konvensional.

“Bisnis model Go-Jek terbilang baru dan invisible, yang mana selama ini tidak ada, tetapi sekarang hadir di tengah pemain lama sehingga hal ini juga terbilang baru bagi regulator,” tutupnya.[WE]

 

Comments

Terpopuler

To Top