Pendidikan

Hadapi Revolusi Cyber Digital, Menristekdikti : Dunia Pendidikan RI Masih Banyak Kendala

“Sehingga yang tadinya perbandingan dosen 1:30 untuk eksakta dan 1:40 untuk sosial bisa didorong jadi 1:100 bahkan berbanding 1.000.,”

foto : Humas Pemprov. Sumsel

SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, [Menristekdikti] Mohammad Nasir mengatakan ke depan dunia pendidikan tinggi di Indonesia mau tak mau harus menghadapi revolusi cyber digital. Untuk itu dia mengajak semua mahasiswa, dosen dan unsur terkait lainnya sigap menghadapi perubahan ini.

Diakuinya sejauh ini problem pendidikan tinggi di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala di antaranya jumlah dosen yang relatif masih kurang selain itu infrastruktur yang belum memadai, seperti ruang kuliah.

“Harapan saya perkuliahan ke depan kita dorong ke sistem online, sehingga yang tadinya perbandingan dosen 1:30 untuk eksakta dan 1:40 untuk sosial bisa didorong jadi 1:100 bahkan berbanding 1.000. Silahkan saja asalkan infrastruktur onlinenya siap,” terang Menristekdikti dihadapan ribuan mahasiswa di Palembang, kemarin.

Menurutnya perkembangan informasi dan teknologi yang pesat ini harus cepat direspon oleh PT negeri maupun swasta mengingat saat ini APK PT Indonesia masih 31%. Sementara Malaysia sudah diangka 38%, Thailand 51% dan Korea yang sudah 92%.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi memilih berdiskusi sambil membagikan hadiah kepada mahasiswa yang bisa menjawab pertanyaan seputar LRT.

Lain Menristekdikti dan Menhub, lain pula Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Dengan candaannya yang khas Alex Noerdin berhasil membuat suasana PSCV riuh. Mahasiswa berebutan menjawab pertanyaannya soal Asian Games. Tak urung para dosen pun tak mau kalah rebutan menjawab pertanyaan untuk mendapatkan hadiah yang disiapkan.[one]

Comments

Terpopuler

To Top