Peristiwa

Kegempaan Gunung Agung Meningkat Lagi, Masyarakat Dihimbau Jauhi Zona Bahaya

gunung-agung-bali

Aktivitas kegempaan Gunung Agung di Karangasem, Bali belum pulih karena dalam kurun waktu 12 jam terjadi 197 kali gempa dari sebelumnya 179 kali gempa.

Foto: Ilustrasi Gunung Agung

SUMSELTERKINI.ID, Karangasem, Bali – Aktivitas kegempaan Gunung Agung di Karangasem, Bali belum pulih karena dalam kurun waktu 12 jam terjadi 197 kali gempa dari sebelumnya 179 kali gempa.

“Dari 197 kali gempa itu di antaranya ada gempa vulkanik dangkal 52 kali, vulkanik dalam terjadi 130 kali, dan tektonik lokal ada 15 kali gempa,”ungkap Anwar Sidiq, petugas dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Agung, Kamis (5/10/2017).

Ia menjelaskan, untuk kegempaan pada periode pengamatan Rabu 4 Oktober 2017 sekira pukul 18.00 hingga 24.00 Wita terjadi 179 kali gempa.

Secara meteorologi cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 23-25 °C dan kelembaban udara 86-91 persen. Volume curah hujan 3.1 mm per hari.

Sedangkan visual dalam enam jam terakhir ini gunung kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 m di atas kawah puncak.

Untuk rekomendasi situasi saat ini masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 9 km dari kawah puncak Gunung.

Comments

Terpopuler

To Top